Cinta yang Kuingkari Dalam Doa
Aula Emas Istana Bulan Purnama memancarkan kemegahan yang menusuk mata. Cahaya obor menari di atas pilar-pilar berlapis emas, memantulkan kilau permata di mahkota para pejabat. Namun, di balik kemilau itu, udara terasa berat, penuh dengan kecurigaan dan BISIKAN pengkhianatan. Di balik tirai sutra berwarna merah darah, mata-mata mengintai, telinga-telinga menguping, setiap senyum menyimpan perhitungan.
Di tengah pusaran intrik ini, terjalinlah jalinan terlarang antara Putri Mahkota Lian dan Panglima Pengawal Istana, Zhao Yi. Lian, dengan kecantikan yang memabukkan dan kecerdasan yang MEMBARA, seharusnya hanya memikirkan takhta dan aliansi politik. Zhao Yi, pria dengan kesetiaan yang dipertaruhkan dan tatapan mata setajam pedang, seharusnya hanya memikirkan tugas dan kehormatan.
Namun, takdir, atau mungkin iblis, menertawakan rencana mereka. Di balik tembok istana yang sunyi, di bawah rembulan yang mengintip malu-malu, cinta mereka bersemi. Pertemuan rahasia di taman bunga persik, sentuhan tangan yang tergesa-gesa di tengah keramaian pesta, janji-janji yang terucap lirih di antara deru angin malam – semuanya menjadi dosa yang manis dan memabukkan.
"Lian, aku berjanji akan melindungimu, meski nyawa taruhannya," bisik Zhao Yi suatu malam, menggenggam erat tangan Lian.
"Aku tidak membutuhkan perlindunganmu, Zhao Yi," balas Lian dengan nada getir. "Aku hanya membutuhkan cintamu. Tapi, cinta kita adalah racun di istana ini."
Cinta mereka adalah permainan takhta yang berbahaya. Setiap janji bisa menjadi pedang, setiap ciuman bisa menjadi pengkhianatan. Para pejabat istana mulai mencium aroma perselingkuhan ini. Konspirasi terjalin, fitnah ditebarkan, dan Zhao Yi dituduh berkhianat. Lian, yang terpojok, terpaksa menikahi pangeran dari kerajaan tetangga untuk menyelamatkan takhtanya dan nyawa Zhao Yi.
Bertahun-tahun berlalu. Lian menjadi ratu yang anggun dan berwibawa. Di mata publik, ia adalah lambang kesempurnaan. Namun, di dalam hatinya, bara dendam membara. Ia tidak pernah melupakan pengkhianatan yang ia alami, pengkhianatan yang membuatnya menikahi pria yang tidak dicintainya dan melihat Zhao Yi dikhianati dan diusir dari istana.
Pada malam perayaan ulang tahun kerajaannya, Lian mengumumkan sebuah dekrit yang menggemparkan. Ia menuduh para pejabat korup dan berkhianat kepada negara. Dengan elegan dan dingin, ia memerintahkan eksekusi mereka, satu per satu. Di antara mereka yang dieksekusi, terdapat orang-orang yang dulu mengkhianati Zhao Yi dan dirinya.
Kemudian, ia memanggil Zhao Yi, yang telah kembali dengan kekuatan dan pengaruh yang baru. Di hadapan seluruh istana, Lian berlutut di hadapan Zhao Yi.
"Aku tahu aku telah mengkhianatimu, Zhao Yi. Aku tahu aku tidak pantas mendapatkan cintamu. Tapi, aku bersumpah, balas dendam ini aku persembahkan untukmu."
Zhao Yi menatap Lian dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia membantunya berdiri dan berkata, "Dendammu telah terbalas, Ratu. Tapi, sejarah kita baru saja dimulai."
You Might Also Like: Unmasking Sarms Acne Connection
Post a Comment