SERU! Langit Yang Tak Bisa Lupa

## Langit yang Tak Bisa Lupa Langit malam itu membentang luas, seluas samudra kesedihan yang memendam riak amarah. Bintang-bintang bertaburan, saksi bisu janji yang dulu terucap di bawah rembulan serupa. Janji yang kini tinggal debu, terhempas badai pengkhianatan. Ling Xia, dengan gaun sutra berwarna kelam, berdiri di balkon istana tua. Angin malam menerbangkan helai rambutnya, menelanjangi wajahnya yang pucat pasi. Di tangannya tergenggam erat *kalung giok naga*, hadiah dari Lin Yi, *cinta pertamanya*, pengkhianat hatinya. "Lin Yi…" bisiknya, suara parau yang nyaris tenggelam dalam gemuruh ombak di kejauhan. Dulu, di bawah langit yang sama, Lin Yi berjanji akan selalu melindunginya, mencintainya, selamanya. Dulu, ia percaya. Tapi *dulu* hanyalah ilusi. Lin Yi, dengan seragam jenderal yang gagah, menikahi Putri Mei, demi kekuasaan, demi tahta. Ia memilih kekayaan dan pengaruh daripada cinta Ling Xia. Ia meninggalkan Ling Xia sendirian, terluka, dan terbuang. Malam ini, adalah malam perayaan kenaikan tahta Lin Yi. Suara musik dan tawa bergemuruh dari dalam istana, kontras dengan keheningan yang mencekam di hati Ling Xia. Ia bisa merasakan denyut amarah yang bergejolak di nadinya, sekuat ombak yang menghantam karang. "Kau berjanji..." gumamnya lagi, air mata mulai mengalir membasahi pipinya. "Kau berjanji, Lin Yi... bagaimana bisa kau melupakan semua janji itu?" Mata Ling Xia terpejam. Ia mengingat setiap sentuhan Lin Yi, setiap bisikan cinta yang dulu membuat hatinya berdebar. Sekarang, semua itu terasa seperti racun yang perlahan membunuhnya. Lalu, ia membuka matanya. Ada sesuatu yang berubah. Cahaya bintang memantulkan *kegelapan* yang baru tumbuh di sana. Esok hari, Putri Mei ditemukan tewas di kamarnya. Sebuah jarum perak menusuk jantungnya. Rumor beredar, ini adalah ulah musuh politik Lin Yi. Lin Yi berduka, namun ia juga sadar, tanpa Putri Mei, kekuasaannya rentan. Ia harus mencari sekutu baru. Beberapa bulan kemudian, istana dilanda kebakaran hebat. Banyak nyawa melayang, termasuk beberapa penasihat penting Lin Yi. Penyebab kebakaran tak pernah terungkap. Lin Yi, meski selamat, kehilangan banyak pengaruh. Dan di tengah semua kekacauan itu, Ling Xia menghilang. Beberapa tahun berlalu. Lin Yi, kini seorang Kaisar yang kesepian dan paranoid, seringkali termenung di balkon istana, menatap langit malam. Ia selalu merasa diawasi, dihantui oleh bayangan masa lalu. Ia tahu, jauh di lubuk hatinya, bahwa *takdir* sedang menuntut balas. Suatu malam, ketika angin berhembus kencang, ia mendengar bisikan yang sangat familiar. Bisikan yang dulu membuatnya bahagia, kini membuatnya menggigil ketakutan. "Langit tidak akan pernah lupa, Lin Yi..." Bibir Lin Yi bergetar. Ia tahu. Ia *selalu* tahu. Senyum tipis merekah di bibir Ling Xia, di suatu tempat yang jauh, di bawah *langit yang tak bisa lupa*. *** Apakah ini akhir dari cintaku, atau awal dari balas dendamku?
You Might Also Like: Discover Density Of Queso Fresco And

OlderNewest

Post a Comment