Oke, ini dia, sebuah kisah dracin absurd bergaya notifikasi tengah malam: **Mahkota Itu Terjatuh Bersama Doa, Saat Aku Berhenti Menyebut Namamu Dalam Tidur** Sinyal Wi-Fi di hatiku **HILANG**, persis seperti chatmu yang menggantung di 'sedang mengetik' selama abad-abad. Aku, Lin, hidup di tahun 2047, saat langit warnanya lebih mirip status galau dan kopi lebih penting dari oksigen. Aku mencari dirinya di antara hologram kota yang berkedip-kedip. Mencari jejak aroma teh melati yang *dulu* selalu menguar dari senyumnya. Dia, Zhang Wei, terperangkap di tahun 1997. Dunia kaset pita, pager berbunyi bak detak jantung yang panik, dan cinta yang ditulis di buku diary berhalaman kuning. Aku tahu itu, karena aplikasi _DimensionalEcho_ di ponselku terus berdengung lirih, mengirimkan serpihan ingatannya. "Lin, tadi aku melihat kembang api. Indah sekali. Rasanya ingin membagikannya padamu..." Pesan itu muncul di layar, font-nya seperti ketikan mesin tik yang kelelahan. Aku membalas, jemariku gemetar menyentuh layar sentuh yang dingin. "Zhang Wei, di sini hanya ada *Drone-Kembang Api* edisi terbatas, hanya bisa dilihat dengan kacamata VR. Apakah kamu merindukanku?" Tidak ada jawaban. Aku tahu, ada semacam gangguan dimensi yang membuat pesan kami melompat-lompat waktu. Terkadang, dia membalas setelah detik berikutnya. Terkadang, butuh hitungan hari. Cinta ini seperti *lagu patah hati* yang diputar di radio rusak – terputus-putus, menyakitkan, namun tak bisa dimatikan. Aku sering memimpikannya. Di dalam mimpi, kami berlari di padang ilalang keemasan, tawanya adalah melodi yang tak pernah selesai. Namun, saat terbangun, *hanya ada sunyi*. Sunyi yang lebih pekat dari kabut asap yang menutupi cakrawala. Suatu malam, aku menemukan catatan di aplikasi DimensionalEcho. Bukan dari Zhang Wei. Tapi dari seseorang bernama...Dr. Li. "Lin, jangan terus mencari Zhang Wei. Dia... dia adalah proyek *TemporalResonance* yang gagal. Dia bukan orang sungguhan. Dia hanyalah... *ingatan*. Sebuah simulasi dari kehidupan yang tidak pernah terjadi." Hatiku terasa seperti ***RAM PONSSEL*** yang penuh virus. *Apa?* Aku mencoba menghubungi Zhang Wei. Tidak ada sinyal. Aplikasi DimensionalEcho mati. Layar ponselku berubah menjadi hitam pekat. Tiba-tiba, aku ingat sesuatu. Di salah satu mimpi, aku melihat Zhang Wei berdiri di bawah pohon sakura yang mekar sempurna. Di kepalanya, ada mahkota dari bunga-bunga itu. Tapi... saat dia menyebut namaku, mahkota itu terjatuh. Persis seperti doa yang tak pernah sampai. Aku menyadari semuanya. Zhang Wei *memang* ada. Dia *memang* mencintaiku. Tapi cinta kami bukan dimulai dari tahun 1997 atau 2047. Cinta kami adalah **ECHO** dari kehidupan yang berbeda, sebuah kehidupan yang terhapus sebelum sempat terwujud. Aku berbisik ke arah langit yang tak lagi berwarna biru. *Zhang Wei… aku ingat sekarang… aku juga bagian dari simulasi itu…* Dan sebelum layar dunia ini benar-benar padam, aku hanya bisa merasakan satu hal: Kita akan bertemu lagi, di dimensi yang lain, *jika mereka mengizinkan kita mengingat satu sama lain*.
You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Skincare

Post a Comment