Hujan merajam jendela kamar, serupa dengan ingatan yang merajam hatiku. Dinginnya menusuk, mengingatkanku pada malam itu, malam pengkhianatan. Lima tahun berlalu, namun setiap tetesnya masih terasa …
Bab 1: Bunga Plum di Tengah Salju Seratus tahun telah berlalu sejak Darah Naga membasahi tanah Kerajaan Han . Seratus tahun sejak janji terucap di bawah pohon plum yang meranggas, janji yang terkoy…
Langit yang Menyaksikan Pengkhianatan Pertama Malam itu kelam. Bintang-bintang bersembunyi di balik awan tebal, seolah enggan menyaksikan tragedi yang akan terukir di atas salju yang membeku. Di le…
Cinta yang Kuingkari Dalam Doa Aula Emas Istana Bulan Purnama memancarkan kemegahan yang menusuk mata. Cahaya obor menari di atas pilar-pilar berlapis emas, memantulkan kilau permata di mahkota par…
Rahasia yang Membunuh Raja Alunan guqin memenuhi paviliun sepi. Malam itu dingin menusuk tulang, sama dinginnya dengan hati Ying Yue. Matanya yang dulu berbinar kini redup, seolah seluruh cahaya t…
Kau Merobek Sumpah, Lalu Memintaku Tetap Percaya Denting guqin mengalun lirih di malam yang sunyi. Di balkon Istana Bulan, aku berdiri memandang danau yang berkilauan seperti taburan bintang. Bula…
Tangisan yang Menjadi Alunan Pembalasan Aula Emas itu MEWAH . Cahaya lilin menari di atas pilar-pilar berlapis emas, memantulkan kemilau dari jubah sutra para pejabat yang berkumpul. Namun, di bali…